Oknum Polisi Tolak Laporan Korban Perampokan, Kini Korban Rudapaksa Dilecehkan di ruangan

jabarmaju.com – Rudi Panjaitan berada di sorotan karena dia menolak laporan seorang warga negara dari seorang korban perampokan bernama Meta Kumalasari pada 7 Desember 2021.

Setelah Rudi Panjaitan dipindahkan oleh Polisi Regional Papua Barat, petugas polisi muncul lagi yang membuat keberatan.

Seorang wanita di Boyolali dilecehkan oleh petugas polisi ketika melakukan laporan di Kantor Polisi Regional Boyolali.

Korban adalah penduduk Simo, Boyolali dengan inisial R (23) mengaku terluka dan kecewa dengan kantor polisi Boyolali.

Dia berkata, dapatkan perawatan yang tidak menyenangkan dari petugas di kantor polisi Boyolali.

Awalnya, dia diterima oleh petugas polisi di SPKT.

Seorang wanita di Boyolali dilecehkan

Setelah melaporkan kejadian itu, R kemudian diarahkan ke Satreskrim untuk menjelaskan secara rinci apa yang dialaminya.

“Waktu telah menjelaskan semuanya. Tiba-tiba kriminal tak terlihat Mr. datang,” R. dikatakan

“Siapa? Istrinya S polisi.

Dia juga segera diam-diam seribu bahasa.

Anggota menghafal kemudian memberi tahu laporan yang disampaikan oleh R.

Di mana, R hanya mengalami pelecehan seksual, tercemar oleh sebuah hotel di daerah Bandungan, Semarang.

R, yang awalnya bergairah untuk melaporkan peristiwa yang terjadi padanya segera jatuh, setelah polisi yang disebut Kasatreskrim bertanya dengan nada.

“La Pie! Pilih? (La Gimana! Lezat?),” Dia mengatakan meniru petugas polisi.

Hatinya hancur berkeping-keping oleh kalimat-kalimat yang berasal dari anggota yang diduga petugas polisi Boyolali.

“Aku segera turun. Aku bisa mendapatkan bencana, kenapa aku berbicara seperti itu. Aku merasa lebih sakit seperti itu. Itu telah jatuh dari tangga,” katanya.

R Penasihat Hukum, Hery Hartono mengatakan dia mengeluh tentang dugaan pelanggaran etika oleh petugas polisi ini melawan kliennya.

Dia menyebutkan apa yang dialami oleh salah satu kliennya adalah salah satu bentuk yang tidak produktif dari petugas penegak hukum, jasa, dan rekan komunitas.

“Dengan kami bertualang untuk melaporkan seperti ini hanya satu gol, untuk meningkatkan layanan masyarakat. Agar masyarakat tahu, undang-undang ini tidak memilih,” katanya.

Asumsi masyarakat, hukum hukum ini tajam untuk tumpul ke atas dapat jatuh ke dalam bukti jika penegak hukum melakukan pelanggaran serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Yah itulah yang kami harapkan. Kami menginginkan bagaimana kami mendukung program Kepala Kepolisian Nasional yang terkait dengan layanan polisi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu kepala polisi Boyolali, AKBP Mry Ermond menyatakan bahwa ia telah menerima pengaduan seorang reporter yang merasa dilecehkan.

Ini akan segera menindaklanjuti pengaduan.

“Karena ini (keluhan) terkait dengan perlindungan terhadap perempuan,” kata Mry.

“Sesuai dengan prosedur yang akan kita tindak lanjuti, kemungkinan besok akan diperiksa oleh propam polisi regional Boyolali,” kata Mry.

Murah menambahkan, keluhan ini tentang dugaan tindakan tidak menyenangkan dimulai dengan para korban yang melaporkan dugaan pelecehan seksual ini diterima.

Karena tidak memiliki bukti kuat tentang dugaan pelecehan seksual, penyelidik kemudian meminta informasi untuk mengklarifikasi laporan korban.

“Karena tidak ada bukti kuat, ada kata-kata yang disampaikan (polisi) tidak menyenangkan korban,” katanya.

Check Also

VIDEO Minka Kelly ‘Euphoria’ Leaked Video & Pics Went Viral All Over

VIDEO Minka Kelly ‘Euphoria’ Leaked Video & Pics Went Viral All Over

Jabarmaju.com - Hi guys we have truly shocking and association news from the forthcoming HBO Web series happiness. Some of the bare scenes from the web series have spilled over the Internet and online users are constantly spilling them. Not just some naked scenes have been released in which Minka Kelly should have been visible, [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.